Laman

Rabu, 29 Mei 2013

Sesempurna Itu

Hujan masih mengalun sunyi di luar. Deras sekali. Tak ada yang bergerak di luar. Mungkin mereka enggan berkejar-kejaran dengan air hujan, atau mungkin bahkan ada yang alergi untuk sedikit berbagi cerita dengan hujan.

“Ema, apapun yang terjadi, aku masih akan tetap menunggumu. Kapanpun kau butuh, aku akan tetap berada di sampingmu. Mungkin memang, aku tidak bisa menjadi seperti Rama, lelaki yang kau idamkan selama ini. Namun, aku akan buktikan bahwa aku sangat mencintaimu.” papar Indra.

Aku ingat terakhir kali saat Indra mengatakan apa yang ingin diungkapkannya selama ini. Tak ada yang salah dengan Indra. Ia lelaki yang baik, sabar, mapan. Bahkan semua wanita di kampus memuja dan mengejarnya. Bahkan ada yang sampai rela bertahun-tahun menunggunya dan memberi perhatian padanya hanya demi dapat memenangkan hatinya.
Saat ini, Indra menjatuhkan pilihannya padaku. Seorang perempuan yang bahkan tak pernah memilihnya untuk menjadi pendamping hatinya. Aku bahkan tak sebanding dengannya. Ia terlalu sempurna.

“Maaf, Ndra. Tapi aku tetap tak bisa memilihmu. Kamu tahu, betapa aku mencintai Rama. Aku sangat mencintainya melebihi cintaku pada diriku sendiri.”ucapku

“Aku tahu, Ma. Aku mungkin tak dapat memenangkan hatimu.”

“Maaf, Ndra.”

“Tak apa, Ma. Aku hanya ingin kamu mengetahui bahwa aku tak sedikitpun berpaling darimu. Karena sejak pertama bertemu, aku telah memilihmu.”


Hujan masih terus mendongeng di luar sana. Menyerbu hatiku seperti cara Indra mencintaiku. Seperti tak lelahnya Indra untuk meyakinkan hatiku bahwa ia yang terbaik untukku. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar