Salam ..
Wah, postingan kali ini late nite yah. Gapapa kan ya? asal gak basi aja. Kali ini ada topik yang cukup menyenangkan buat dipost di blog. About dreaming and planning. Yap! Impian dan rencana. Siapa di antara kalian yang gak pernah bermimpi? Atau setidaknya berencana, ya walaupun sekedar rencana kecil dan sederhana. Misal, besok pagi mau ngapain gitu, maen, ngampus, nugas, atau sekedar menghabiskan waktu di depan layar mesin ketik ini. Yap. Itu termasuk salah satu rencana dalam hidup kita. Gak ada sesuatu yang tiap harinya terjadi tanpa kita rencanakan. Atau bahkan saja rencana tinggal rencana?
Begitu juga dengan mimpi. Sedari kecil, pasti kita semua pernah ditanyain, apa cita-cita kita? kayak pengalamanku waktu KKN dulu nih...
Ni dua anak yang kena hukuman nyanyi karena kalah dalam game "I wanna be ", mereka kena hukuman nyanyi di depan :D
Let's play I wanna be! :D
Ngasih instruksi sama anak-anak SD ini musti banyak sabarnya deh, hehehe :p
Nah, tuh, ada yang asik sendiri pas dijelasin instruksi gamenya :p
Nah yang grup deret ini pada merhatiin, asiiikk :D :p
Ngejelasin intisari dari game I wanna be buat jadi refleksi :)
Yap! Sejak kecil kita sudah terbiasa bermimpi, berkeinginan, sampai terbawa menjadi sebuah motivasi untuk kita melakukan apapun dalam tiap harinya menuju goal yang kita tentukan. Mimpi tersebut bisa kita tanamkan terus secara konsisten hingga tercapai, atau kadang harus ada beberapa mimpi yang disubstitusi atau bahkan dieliminasi untuk menyesuaikan dengan realita. Beberapa orang tetap bertahan untuk terus menjadi pemimpi, beberapa ada yang mewujudkannya, dan beberapa ada yang menyerah begitu saja.
Bahkan instrukturnya sempet bingung ngejawab pertanyaan anak-anak, hihihi :p
One, Two, Three, yeahhh... I wanna be a (diomongin sendiri-sendiri)! :DD
Kalau ada yang menanyakanku, apa mimpiku? Aku punya banyak impian, yang bahkan sampai sekarang ada yang telah tersubstitusi, ada yang tetap diam tak bergeming di langit-langit sana, dan bahkan ada yang telah terbuang begitu saja. Kadang pada suatu masa, impian kita berbenturan dengan realita, dan seberapa kerasnya kita mencoba, tapi tetap tak mengubah apapun untuk mengalahkan realita, kita musti bagaimana? Ada yang berusaha untuk introspeksi, ada yang menyalahkan diri sendiri, atau memilih untuk lebih bersahabat dengan kenyataan. Tak ada yang salah dengan pilihan-pilihan itu. Karena apapun yang kita pilih, itulah yang menurut kita baik, ya begitulah kata seseorang kepadaku.
Ngomong-ngomong tentang mimpi, setidaknya ada peran sosok motivator dibalik itu semua. Motivator dapat berupa semangat dari seseorang, iming-iming yang bahkan diberikan oleh orang lain atau diri sendiri, atau bahkan motivasi itu dari diri kita sendiri yang membangun karena alasan logis tertentu. Sekali lagi, tak ada yang salah mengenai motivator, entah itu bersifat internal atau eksternal. Semua motivator sah-sah saja. Nah, bagi yang sudah menemukan itu, maka pertahankanlah. Seraplah hal-hal baik yang bisa kita serap. Namun, apabila belum menemukan, mungkin akan berbeda lagi.
Bagi yang belum menemukan motivatornya, mungkin harus ada langkah sebelum kita memperjuangkan mimpi dan rencana kita supaya konsisten. Itu harus supaya dapat menjaga kelangsungan mimpi dan rencana kita. Buatku pribadi, motivator itu sangat membantu. Sebagai tempat sharing atau bertanya mungkin. Setidaknya itu adalah bentuk motivator dari orangtua, teman, sahabat, atau dari orang yang dekat dengan kita. Sedikit banyak mereka telah memberikan banyak motivasi bagi kita. Namun, tak apa jika kita tak punya. Toh kita masih punya Tuhan, yang bahkan lebih setia menemani kita dimanapun kita berada, siap membantu kita kapanpun kita membutuhkanNya. So, jangan pernah merasa jika tak ada motivator, maka mimpi dan rencana gak akan jalan. Mungkin Dia masih menyimpan jawabannya, dan akan memberi tahukan pada kita bahwa "The dream will really come true because I have another beautiful planning to u":).
Tuban, masih di atas tumpukan bantal di malam hari
:)
Senyum mereka yang tiap kali menjadi semangat dan motivasi tersendiri bagiku :')


Tidak ada komentar:
Posting Komentar