Laman

Rabu, 29 Mei 2013

Saat Sayapku Terpatahkan

Tak pernah sekalipun aku punya bayangan untuk mengenalnya. Ya, Emil. Sebuah nama pendek yang selama 3 tahun ini menghiasi relung hatiku. Sayang, aku tak pernah tahu apakah hal itu terjadi sebaliknya atau tidak.

“Nir, aku punya sesuatu untukmu.”ucap Emil.

“Apa, Mil?”

“Ini, undangan pernikahanku dengan Ratna.” Jawab Emil.

Deg! Undangan pernikahan? Secepat ini? Bahkan…

“E.. memangnya, kapan kalian akan menikah?” tanyaku.

“Minggu depan.” sahutnya pelan.

Aku tahu, perasaan senang tak dapat dia sembunyikan dari semburat wajahnya.

Hal yang berlainan dengan hatiku. Tak sedikitpun dia tahu, betapa hati ini serasa tak berbentuk. Sakit. Sakit sekali. Perasaan yang selama ini tersembunyikan rapi dan selalu ku sangkal, sudah tak dapat ku simpan lagi. 

Sejak detik ini. Sejak undangan biru ini melayang di tanganku.

“Kau akan datang, kan, Nir?”tanya Emil sembari menatap mataku.

Datang? Ke pernikahannya? Bukan hal yang mudah! Hal yang hanya akan membuat hatiku semakin kacau. Bahkan sebelum ia tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Ah, sayapku mulai retak sedikit demi sedikit, dan... patah!

“Eh… “aku hanya menjawab sembari mengembangkan senyum dusta. Ya, bagiku senyum dusta. Tak seorangpun yang tahu makna senyumku. Tak terkecuali lelaki bertubuh tegap dan bermata teduh di depanku ini.

Entah apa yang harus aku lakukan. Mimpiku lenyap. Bahkan sebelum aku mengembangkan sayapnya sedikitpun. Masih hanya tertahan di dahan. Melengkapi perasaan yang akan usang sampai nanti, tanpa ada yang mengusiknya. Sampai kapanpun.


Sesempurna Itu

Hujan masih mengalun sunyi di luar. Deras sekali. Tak ada yang bergerak di luar. Mungkin mereka enggan berkejar-kejaran dengan air hujan, atau mungkin bahkan ada yang alergi untuk sedikit berbagi cerita dengan hujan.

“Ema, apapun yang terjadi, aku masih akan tetap menunggumu. Kapanpun kau butuh, aku akan tetap berada di sampingmu. Mungkin memang, aku tidak bisa menjadi seperti Rama, lelaki yang kau idamkan selama ini. Namun, aku akan buktikan bahwa aku sangat mencintaimu.” papar Indra.

Aku ingat terakhir kali saat Indra mengatakan apa yang ingin diungkapkannya selama ini. Tak ada yang salah dengan Indra. Ia lelaki yang baik, sabar, mapan. Bahkan semua wanita di kampus memuja dan mengejarnya. Bahkan ada yang sampai rela bertahun-tahun menunggunya dan memberi perhatian padanya hanya demi dapat memenangkan hatinya.
Saat ini, Indra menjatuhkan pilihannya padaku. Seorang perempuan yang bahkan tak pernah memilihnya untuk menjadi pendamping hatinya. Aku bahkan tak sebanding dengannya. Ia terlalu sempurna.

“Maaf, Ndra. Tapi aku tetap tak bisa memilihmu. Kamu tahu, betapa aku mencintai Rama. Aku sangat mencintainya melebihi cintaku pada diriku sendiri.”ucapku

“Aku tahu, Ma. Aku mungkin tak dapat memenangkan hatimu.”

“Maaf, Ndra.”

“Tak apa, Ma. Aku hanya ingin kamu mengetahui bahwa aku tak sedikitpun berpaling darimu. Karena sejak pertama bertemu, aku telah memilihmu.”


Hujan masih terus mendongeng di luar sana. Menyerbu hatiku seperti cara Indra mencintaiku. Seperti tak lelahnya Indra untuk meyakinkan hatiku bahwa ia yang terbaik untukku. 

Minggu, 26 Mei 2013

Transformasi untuk Keempat Kalinya

Sore ini, saya memiliki sebuah misi perjalanan baru, yang akan berlangsung selama 1 bulan ke depan.

Bukan misi rahasia, namun misi yang mungkin bisa menjadi sebuah prolog bagi misi-misi selanjutnya dalam segmentasi hidup saya nantinya. 

Tepat jam setengah 4 sore, saya menginjakkan di kota baru yang akan menjadi kota singgah saya sampai saya bertemu satu purnama lagi nanti.

Luas, cerah, ramai. Ya, begitulah kesan pertama saya dengan tempat ini. Ini bukan kali pertama saya berpindah tempat tinggal, namun ini adalah kali keempat saya berpindah tempat demi menjalankan sebuah misi.

Misi kali ini, saya ingin menenggelamkan diri saya sementara dan kembali pada apa yang harusnya saya dapatkan dari dulu, yaitu menimba ilmu lebih dalam mengenai bahasa asing. 

Berat memang tiap kali meninggalkan rumah, untuk menuju kota lain yang tidak dalam waktu singkat saja. Di sini, saya bertemu dengan orang-orang baru lagi. Banyak sekali. Tempat ini terdiri dari 2 lantai, dan saya tepat berada di kamar pojok lantai atas. 

Tempat baru lagi, penyesuaian diri lagi, berkenalan dengan berbagai macam jenis orang lagi. Ya, harusnya ini merupakan tantangan menyenangkan bagi saya. Namun, ada satu arti yang terpendam di sudut hati saya. Ada beberapa ketakutan, harapan, dan mungkin imaji-imaji yang telah terdeksripsi di otak saya. 

Ah, tak apa, hanya satu bulan saja, kan? Belajar tidak mengenal kata terlambat. Yang terpenting adalah tidak putus asa untuk terus belajar :)







Pemandangan Bangun Tidur yang Tak Lagi Sama :)

Rabu, 22 Mei 2013

Sekotak Mimpi Besarku

                Kotak kecil biruku masih tersudut di sana, di pojok tempat tidur.  Telah lama sebenarnya aku tahu ia hanya akan terpojok di sana, karena pada akhirnya, aku telah kalah oleh waktu.
                “Harusnya kamu dulu terima tawaran Rian untuk bekerja di Jakarta, banyak yang akan kau dapat di sana nanti.” Ucap Fatin.
                “Aku hanya ingin menjadi apa yang aku mau dari kecilku, Tin. Bukan menjadi apa yang diinginkan orang lain. Menjadi penulis adalah impian terbesar dan tergilaku. Aku tahu, tak banyak hal yang bisa menjanjikan kesuksesanku nanti.” terangku kesal.
                Masih dengan kotak biruku, penuh dengan berbagai macam buku tulis yang berisikan tulisan tangan dari semua cerita yang aku ciptakan sendiri dalam khayalku sejak usia bangku Sekolah Dasar. Bangku yang cukup belia untuk memulai melantik diri sebagai seorang penulis. Konsisten. Setidaknya itulah sifat impianku. Aku tak mau kalah oleh apa yang orang lain paksakan padaku.
                “Nan, kau harus realistis, dunia gak akan kau kuasai hanya dengan menjadi seorang penulis. Kau lihat sendiri, betapa banyaknya penulis yang dengan bangga mendeklarasikan bahwa ia adalah penulis handal. Namun apa, kau lihat? Tak banyak yang akhirnya bisa benar-benar bisa memenangkan pertarungannya.” Tukas Fatin
                “Aku tahu, itulah yang harus aku ubah, Tin. Aku tahu aku pemula. Di sinilah titik perjuanganku untuk bisa menjadi di antara mereka. Dan aku pasti bisa menjadi di antara mereka!” ucapku dengan penuh kesal.
                Masih terngiang-ngiang apa yang Fatin katakan padaku satu tahun yang lalu. Ia sama saja dengan Rian, lebih memilih untuk menyuruhku menjadi seorang  pegawai kantoran yang stagnan dengan tumpukan laporan dan proposal. Namun, hari ini aku kembali memikirkan apa yang Fatin katakan padaku. Memang, tak seharusnya aku gegabah untuk sok bisa meraih apa yang tidak mudah. Terbukti, kali ini aku kalah. Aku kalah oleh waktu. Aku kalah karena idealismeku.
                Masih ku raba kotak biruku. Berpikir untuk menjadikan apa isi dari tumpukan itu? Sudah banyak penerbit telah menolaknya. Dan kini mataku mulai terbelalak terhadap realita.
                Braaakkkkk!!!
                Ku jatuhkan kotak biru itu dengan sengaja di lantai. Aku tahu, saat ini pun mimpiku terjatuh dengan bebas, sangat bebas, demi mempertahankan isi kotak biruku yang non sense. Ah, entahlah. Aku harus bermimpi apalagi setelah ini. 

Kamis, 16 Mei 2013

Dreaming, Planning, and Motivator






Salam ..

        Wah, postingan kali ini late nite yah. Gapapa kan ya? asal gak basi aja. Kali ini ada topik yang cukup menyenangkan buat dipost di blog. About dreaming and planning. Yap! Impian dan rencana. Siapa di antara kalian yang gak pernah bermimpi? Atau setidaknya berencana, ya walaupun sekedar rencana kecil dan sederhana. Misal, besok pagi mau ngapain gitu, maen, ngampus, nugas, atau sekedar menghabiskan waktu di depan layar mesin ketik ini. Yap. Itu termasuk salah satu rencana dalam hidup kita. Gak ada sesuatu yang tiap harinya terjadi tanpa kita rencanakan. Atau bahkan saja rencana tinggal rencana?
        Begitu juga dengan mimpi. Sedari kecil, pasti kita semua pernah ditanyain, apa cita-cita kita? kayak pengalamanku waktu KKN dulu nih...



Ni dua anak yang kena hukuman nyanyi karena kalah dalam game "I wanna be ", mereka kena hukuman nyanyi di depan :D





Let's play I wanna be! :D








Ngasih instruksi sama anak-anak SD ini musti banyak sabarnya deh, hehehe :p







Nah, tuh, ada yang asik sendiri pas dijelasin instruksi gamenya :p






Nah yang grup deret ini pada merhatiin, asiiikk :D :p






Ngejelasin intisari dari game I wanna be buat jadi refleksi :)



      Yap! Sejak kecil kita sudah terbiasa bermimpi, berkeinginan, sampai terbawa menjadi sebuah motivasi untuk kita melakukan apapun dalam tiap harinya menuju goal yang kita tentukan. Mimpi tersebut bisa kita tanamkan terus secara konsisten hingga tercapai, atau kadang harus ada beberapa mimpi yang disubstitusi atau bahkan dieliminasi untuk menyesuaikan dengan realita. Beberapa orang tetap bertahan untuk terus menjadi pemimpi, beberapa ada yang mewujudkannya, dan beberapa ada yang menyerah begitu saja. 




Bahkan instrukturnya sempet bingung ngejawab pertanyaan anak-anak, hihihi :p





      One, Two, Three, yeahhh... I wanna be a (diomongin sendiri-sendiri)! :DD



      Kalau ada yang menanyakanku, apa mimpiku? Aku punya banyak impian, yang bahkan sampai sekarang ada yang telah tersubstitusi, ada yang tetap diam tak bergeming di langit-langit sana, dan bahkan ada yang telah terbuang begitu saja. Kadang pada suatu masa, impian kita berbenturan dengan realita, dan seberapa kerasnya kita mencoba, tapi tetap tak mengubah apapun untuk mengalahkan realita, kita musti bagaimana? Ada yang berusaha untuk introspeksi, ada yang menyalahkan diri sendiri, atau memilih untuk lebih bersahabat dengan kenyataan. Tak ada yang salah dengan pilihan-pilihan itu. Karena apapun yang kita pilih, itulah yang menurut kita baik, ya begitulah kata seseorang kepadaku.

      Ngomong-ngomong tentang mimpi, setidaknya ada peran sosok motivator dibalik itu semua. Motivator dapat berupa semangat dari seseorang, iming-iming yang bahkan diberikan oleh orang lain atau diri sendiri, atau bahkan motivasi itu dari diri kita sendiri yang membangun karena alasan logis tertentu. Sekali lagi, tak ada yang salah mengenai motivator, entah itu bersifat internal atau eksternal. Semua motivator sah-sah saja. Nah, bagi yang sudah menemukan itu, maka pertahankanlah. Seraplah hal-hal baik yang bisa kita serap. Namun, apabila belum menemukan, mungkin akan berbeda lagi.

       Bagi yang belum menemukan motivatornya, mungkin harus ada langkah sebelum kita memperjuangkan mimpi dan rencana kita supaya konsisten. Itu harus supaya dapat menjaga kelangsungan mimpi dan rencana kita. Buatku pribadi, motivator itu sangat membantu. Sebagai tempat sharing atau bertanya mungkin. Setidaknya itu adalah bentuk motivator dari orangtua, teman, sahabat, atau dari orang yang dekat dengan kita. Sedikit banyak mereka telah memberikan banyak motivasi bagi kita. Namun, tak apa jika kita tak punya. Toh kita masih punya Tuhan, yang bahkan lebih setia menemani kita dimanapun kita berada, siap membantu kita kapanpun kita membutuhkanNya. So, jangan pernah merasa jika tak ada motivator, maka mimpi dan rencana gak akan jalan. Mungkin Dia masih menyimpan jawabannya, dan akan memberi tahukan pada kita bahwa "The dream will really come true because I have another beautiful planning to u":).






Tuban, masih di atas tumpukan bantal di malam hari 
:)





Senyum mereka yang tiap kali menjadi semangat dan motivasi tersendiri bagiku :')





Selasa, 14 Mei 2013

Me Time dan Stik Coklat

         





          Malam ini begitu dingin. Jalanan mulai sepi, sunyi, dan tak seorang pun yang lewat. Tempatku tinggal sejak sore tadi cukup berbeda dengan kemarin. Bahkan sangat berbeda. Malam ini tak ada bisingnya kendaraan, tak ada penatnya lalu lintas, tak ada lampu-lampu semarak gedung pencakar langit. Malam ini hanya ada berisiknya jangkrik yang terus-terusan bersahutan mencoba menyemarakkan suasana malam, kumpulan bintang yang terus bermain mata denganku, secangkir mocacino hangat, dan beberapa batang stik coklat. Sungguh suasana yang cukup jarang untukku. Terhitung jari untukku dapat menemui suasana selengkap ini. Aku menyebutnya dengan Me Time

           Mungkin Me Timeku kali ini sedikit berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Malam ini tak ada layar 14 inchi, tak ada Air Conditioner, dan tak ada gadget-gadet canggihku yang sudah jadi barang biasa untuk mengisi hari-hariku. Aku bisa menikmati hari-hari seperti ini hanya sebentar saja, 3 hari. Ya, 3 hari saja aku bisa memilikinya, tak lebih. Padahal, Me Time seperti inilah yang ku tunggu dari dulu. Segalanya boleh tak ada, namun jangan untuk satu hal, ya.. batangan stik coklatku. Banyak yang mengidentikkanku dengan batangan stik coklatku. Aku dan batangan-batangan stik coklatku. 

          "Riri..." panggil nenek dari pintu ruang tamu.

          "Oh, iya, Ni."sahutku segera. Ya, Me Timeku kali ini adalah di rumah nenek. Tak ada yang lebih menyenangkan untukku ketimbang kembali ke kampung halaman, di rumah nenek, sebuah desa di kawasan Cibiru, Bandung. 
    "Nini kira kamu dimana, Neng, Ieu cauna geus asak, didahar heula, Neng. Keburu dingin." terang nenek.
           Nenek selalu tahu, selain menikmati batangan stik coklat, aku juga suka sekali menghabiskan malam dengan menikmati potongan pisang goreng buatannya. Pisangnya yang bahkan hasil dari kebun sendiri. 
           "Iya, Ni." sahutku sembari tersenyum senang. Segera saja ku lahap sebuah pisang goreng yang masih mengepul panas. Nikmat sekali. Masih sangat renyah dan manisnya yang cukup, semanis suasana malam ini. 

           Tiiitiiiitiiiiitt.....

           Tetiba saja nada dering ponselku berbunyi. Sial! Aku lupa mematikan ponselku. deringnya membuatku sangat terganggu, terlebih aku sudah menduga siapa yang menelponku saat ini. Dengan mulut yang masih mengunyah bongkahan pisang di mulut dan tangan yang masih memegang pisang berbalut tissue, aku hanya menengok layar ponsel yang ku letakkan tepat di meja sampingku untuk memastikan siapa yang berani mengganggu Me Timeku malam ini.

Fernando_office
        Ah, jelaslah dugaanku, tepat sekali. Pasti dia, Malas sekali rasanya menjawab panggilan darinya. Sudah pasti dia hanya akan membahas masalah kontrak dengan klien, desain di project selanjutnya, dan bla bla bla. Di dalam otakku kembali berimajinasi obrolan seperti apa yang akan terjadi jika aku menjawab panggilan itu. Sama sekali tak asik!

"Kok gak dijawab, Neng?" tanya Nenek keheranan.
"Mbung, Ni. Pasti rek ngomong masalah kantor deui. " sahutku santai.
       Masih dengan mulut yang penuh dengan pisang goreng yang belum tergerus habis. Nenek hanya menggelengkan kepalanya saja sambil tersenyum dan mengelus kepalaku. Mungkin ia berbicara dalam batin mengenai perilakuku yang satu ini. "Kabur" dari kantor dan rumah. Hal yang sudah 3 kali ini aku lakukan saat aku benar-benar sangat tidak tahu akan membenamkan diriku kemana lagi. Rumah nenek untukku tak hanya sekedar rumah, namun sama seperti batangan stik coklatku. Sangat manis, walaupun kecil, namun ia seperti magis, seketika dapat membuatku lupa akan hidupku di kota yang benar-benar sudah terhitung sumpek. Rumah nenek yang seperti batangan stik coklatku, selalu mampu mengembalikan moodku dan menjadi tempat pelarian di saat aku sudah sangat kacau dengan kehidupan di Jakarta. Seperti saat ini.


Kamis, 09 Mei 2013

Mendadak Cinta Brontosaurus





Salam ...

Hay temen-temen ...
Lagi pada liburan ya hari ini, kan tanggal merah gitu. By the way ngapain aja nih seharian? Bengong aja kah di rumah?Pulang kampung kah buat yang merantau? Atau nothing to do hari ini? Sama aja sih, aku juga hari ini gak ada rencana kemana-mana gitu, mengingat hari ini pasti jalanan dan tempat-tempat hiburan bakalan rame seru, hehe
Sampe tadi pagi-pagi temenku ada yang ngajak nimbrung di acaranya dia sama temen-temennya buat sekedar jalan aja keluar, meski belum ada rencana juga kemana. Ku pikir gak ada salahnya juga ngikut deh, apalagi gak ada kegiatan apa-apa, daripada bengong gitu. Akhirnya, sekitar jam 10an kita cabut ke Tunjungan Plaza(TP), Surabaya. Meski blank, aku uda punya gambaran di sana karena udah dibilangin temenku acara intinya mau ngapain. Yaaa buat jaga-jaga aja, akhirnya aku bawa santapanku semalem yang belom kelar baca(bakal jadi tema posting berikutnya deh, hehe).
Nyampe di sana, kita langsung cabs ke food court, buad nongkrong bentar sambil nungguin temenku yang sempet janjian nemenin kakaknya dulu buat belanja. Sampe di food court, sempet nongkrong sendirian sih, karena temennya temenku ambil duit di ATM dulu. Nah, sambil nongkrong bentar itu, aku baca-baca aja deh buku yang ku bawa itu. Gak lama setelah itu, mereka semua pada balik lagi ke tempat aku nunggu. Di tengah asyiknya diskusi mau kemana, ada yang nyaranin buat nonton Iron Man 3. Tapi setelah ditimbang-timbang karena antriannya yang gak nguatin, kita akhirnya milih nonton film di bioskop 21 aja, ya film Indonesia. Akhirnya kita mutusin buat nonton film baru Cinta Brontosaurus punya Raditya Dika. Dari beberapa resensi sinopsis, kayaknya lucu juga itu film, yaa kayak gak jauh beda sama model-model Malam Minggu Miko. Jelas genrenya komedi percintaan, hehehe
Selanjutnya, setelah pesen tiket, kita sempetin isi bensin dulu sebelum perut teriak-teriak di dalem ntar. Sekitar jam 12.46 kita masuk ke gedung bioskop. Dari situ, cerita dimulai. Jadi sinopsisnya gini:
Raditya Dika yang disitu berperan jadi dirinya sendiri mulai hopeless sama  kisah percintaannya yang kandas terus di tengah jalan, sampai yang terakhir dia diputusin sama pacarnya Nina (Pamela Bowie). Dari situ Dika ngambil kesimpulan bahwa cinta itu kadaluarsa, gak bisa tahan lama dan bakalan berakhir. Sementara itu, Dika punya temen deket sekaligus agen tulisan Dika, Kosasih (Soleh Solihun), yang selalu ngasih support ke Dika bahwa masih ada cinta sejati, seperti Kosasih yang yakin pada cinta istrinya, Wanda (Tyas Mirasih). Usaha itu, membawa Dika ke dalam beberapa perkenalan. Sampai suatu hari di sebuah restoran makanan, Dika ketemu sama cewek cantik yang punya pemikiran unik sama kayak Dika, yaitu Jessica (Eriska Rein). Melalui perkenalan itulah, Dika akhirnya deket sama Jessica, sampai akhirnya dia jadian sama Jessica. Di sisi lain, Mr. Soe Lim (Ronny P. Tjandra), menawarkan Dika untuk memfilmkan karyanya, yang berjudul "Cinta Brontosaurus". Merasa tertarik dengan tawaran itu, Dika berusaha untuk menulis skrip film tersebut. Masalah mulai muncul saat di tengah jalan, Mr. Soe Lim mencoba untuk mengubah naskah asli buatan Dika menjadi film horor yang sedang booming. Dari situlah mulai muncul juga permasalahan Dika dengan Jessica juga dalam hubungannya.
 Penasaran sama cerita lengkapnya? Mending kalian tonton langsung aja deh filmnya, sumpah kocak abiz. Gak boong!Oke?

Salam,

Selamat Berlibur ^_^


Film "Cinta Brontosaurus" :

  • Sutradara : Fajar Nugros
  • Produser : Chand Parwez Servia, Fiaz Servia
  • Penulis Naskah : Raditya Dika
  • Pemain : Raditya Dika, Eriska Rein, Tyas Mirasih, Pamela Bowie, Ronny P. Tjandra
  • Genre : Drama
  • Produksi : Starvision Plus
  • Tanggal Rilis Perdana : 8 Mei 2013


Ini salah satu adegan Dika yang diputus sama pacarnya Nina


Ini Dika lagi kencan sama Jessica






Sumpah ini salah satu adegan absurd yang bakal kalian temui di dalam film ini, antara Dika dan Jessica


 Ini juga salah satu adegan absurd dalam film ini X_X

Rabu, 08 Mei 2013

Demi Sepiring Rawon Bungkul!

Salam ...


Wuah...udah hari Rabu, sudah hampir tengah minggu lho sekaligus menjelang tanggal merah di esok hari. Wahh.. momen yang gak ditemui bulan lalu, hihihi..
Betewe tanggal merah, aku mau cerita dikit tentang "Kebodohan Ba'da Maghrib" hari ini. Jadi gini nih, rencananya malem ini aku ada janji sama temenku mau makan bareng, yaa udah lama juga aku sama temenku gak ngumpul sambil sharing-sharing gak garing, hehehe. Rencananya malem ini sebenernya kita mau nyobain makanan di Richesee Factory(Entah bener ato salah ini nulisnya) di Royal Plasa, Surabaya. Tapi, berhubung ada sedikit kendala, akhirnya kita mutusin buat pindah tempat makan. Gak papalah, yang penting ngumpulnya itu masih bisa.
Akhirnya, jam 18.30 kita cabut ke Rawon Sedap Malam yang ada di Taman Bungkul, Surabaya. Perjalanan kesana kalo normal sih cuma makan waktu 15 menitan. Itu uda agak lama. Kalo lewat belakang, malah bisa cuman 10 menitan aja. Tapi gak tau kenapa temenku ini ambil jalan yang di depan, lewat daerah Bambu Runcing, daerah yang bisa diprediksikan agak macet kalo jam-jam pulang kerja. Dan ternyataaa.... wahhh.. lebih parah dari yang kita bayangin, jalanan ternyata maceeeett banged dah. Kita baru nyadar pas uda jalan lumayan jauh buat puter balik lagi. Yasudah lah ya, kita jalanin aja apa yang ada di depan mata, realita(mendadak filsuf, hehehehe). Perjalanan yang lumayan syusyaahh gara-gara macetnya ampuuuunnn.. Sempet kita ngomongin orang di sekeliling kita selama perjalanan, entah tentang egoismenya orang borju yang isi mobilnya gak lebih dari 3 orang, tentang orang-orang yang kurang tertib berkendara(bahkan naek trotoar pake motor, ckckck), dan bahkan tentang pejalan kaki di samping kita, hahahaha(kurang kerjaan banged buat ngilangin bad mood).
Sedikit pendalaman sih, jalanan yang macet itu mendewasakan lho sebenernya. Gimana gak, kita berlatih mengontrol emosi kita di tengah hiruk pikuknya jalanan yang gak sepi. Mencoba nahan amarah, nyoba sabarrrr sesabar-sabarnya. Di tengah cobaan crowdednya jalan itu, gimana cara kita untuk bisa tetep berkendara dengan safety dan nyaman. Macem-macem sih cara nyiasatinnya, ada yang pake earphone, ada yang sambil telponan(yang ini jangan yaaa...), and anything else. Kalo yang kendaraannya lebih dari satu orang, bisa tuh disiasati sambil guyonan ringan pas macet sampe gak jalan kendaraannya, asal jangan curcol di tengah jalan, hahahah(bisa-bisa mewek sambil nyetir,hehe).
Setelah sekitar 30 menitan lebih, nyampelah kita di tempat tujuan. Sepiring rawon yang ditempuh penuh dinamika mood dan tenaga sampe keringatnya kayak orang abis gowes, hehehe.. demi.. sepiring rawon dah!! Yappp!! Akhirnya, karena perut uda minta diisi, kita cepetan pesen deh ke abangnya yang jualan, dua nasi rawon dan es teh plus telur asin. Sip! Pesenan pun datang. Tanpa ba-bi-bu lagi, kita siap menyantapnya, hehehe...Selamat menikmati!


Salam Ngulinerrr!!!
^_^

Mblakrak nge-PARE

Yay!
Hari ini ada sedikit cerita baru yang mau aku bagi sama temen-temen semua. Pagi ini, aku sama temenku rencananya mau survey kursus bahasa inggris di Pare, Kediri, Jawa Timur. Rencana ini uda lama sebenernya, cuma baru hari ini bisa terlaksana deh, makanya dari kemaren pagi, aku uda balik surabaya buat barengan ke Pare sama temen kostku.
Pagi ini kita niatnya berangkat dari surabaya jam 6.30. Niatnya sih biar gak kesiangan nyampe sana, soalnya lagi panas-panasnya suhu sekarang ini. Eee.. yang ada jam 6.30 baru bangun gara-gara semalem pada gak bisa tidur karena kepanasan.hahahaa.. Ciyaan :p
Alhasil, jam 7.30 kita baru cabut dari kostan deh buat ngangkot. Tujuan kita ke terminal Bungurasih, karena di sana busnya lebih lengkap daripada di TOW(Terminal OsoWilangun). Sebelum ngebus,kita sempet oper dulu naek bus kota menuju terminal bungurasih. Perlu waktu sekitar 1,5 untuk sampe sana karena ngetemnya lama. Tapi, untung aja kita dapetnya bus DAMRI AC, jadi gak percuma juga nunggu lama. Nyampe di Bungurasih, kita sempet clingak-clinguk gara-gara gak tau bus ke Pare ada di jalur mana. Yaaa bagi yang sudah tau terminal bungurasih, pasti ngerti suasananya di sana bener-bener rame banget. Akhirnya, kita mutusin buat nanya sama petugas terminal yang pake seragam biru itu, bukan orang-orang bagian tiket yang seragamnya beeerbagai macam(uda kayak kampanye aja). Setelah kita nanya, dapet deh kita nomor jalur busnya. Pas menuju bus, kita sempet panik gara-gara prasangka kita dari info temen-temen yang sebelumnya pernah ke Pare, kejadian, yaitu bejubel banged penumpangnya. Setelah deket bus, ada tulisan PATAS AC di kaca bus. Alhamdulillaaaahhh..dapet bus AC, dan ternyata busnya masih kosong banyak, gak jadi berdiri deh kita :p
Perjalanan yang lumayan lama, 3jam_an lah baru bisa nyampe ke sana. Selama perjalanan, banyak tidurnya, jadi gak terlalu ngeh sama jalan menuju ke sana, apalagi kena macet di sekitar kota Mojokerto. Sekitar jam 12an baru deh nyampe di tujuan. Dari tempat turunnya kita, ternyata gak jauh dari kampung inggris.cuman butuh angkutan becak atau bahkan jalan kaki juga bisa buat muterin situ. Tapi, berhubung panas dan kita juga harus langsung balik surabaya nantinya, jadi kita milih pake tenaga becak. Pengennya pake becak motor, siapa tau lebih murah. Tapi ternyata gak ada, jadinya yaa kita pake becak biasa deh. Orangnya nawar 20ribu perorang puter-puter. Ya sudah deh, kita turutin.
Pertama kali kita langsung survey ke BEC(lupa kepanjangannya,hehehee). Sampai di BEC kita minta brosur dan nanya-nanya program apa aja yang ditawarin. Ternyata di sana cuma nawarin program langsung satu semester alias 6 bulan(sekolah bangeeeed,hahahaaha). Kita sih mikir-mikir lagi, soalnya kita pengennya ikut yg holiday aja, jadi yaa gak sampe 6 bulan. Paling lama 2 bulan. Yauda deh, kita cancel yg BECnya. Plus di BEC itu islami banged, jadi gak bisa sembarangan siswanya. 

Setelah dari BEC, kita langsung ke pilihan tempat kursus selanjutnya, yaitu Elfast. Nahh.. di sini ini kita akhirnya nemu program yang cocok sama apa yang kita cari. Setelah diskusi, kita akhirnya mutusin buat ikutan program yang Basic II, yaaa semacam grammar lanjutan gitu, maklum, agak lupaan gitu masalah grammar, yaa namanya juga terakhir SMA ketemu mata pelajaran bahasa inggris, hehehe... Lumayan murah sih harganya, cuman 160.000 ajah.hehehe.. Setelah registrasi, jadilah kita puter-puter cari tempat kostan.
Pas baru mau keluar dari Elfast, mendadak ketemu sama adik angkatan di kampusku, jadilah kita saling tuker informasi, terutama mengenai tempat kostan. Kalau dia, dapet sih tempat kostan seharga 300 ribuan, tapi itu plus ada program juga di tempat kostnya dia. Sesuai dengan infonya, kita akhirnya dikenalin ke satu temennya yang kostannya lumayan enak lah. Nah, dari situ kita dapet referensi tempat kostan yang ada di sana. Puter-puter, cari lagi. Berbagai macam bentuk dan harga tempat kostan variatif banget di sana. Mulai dari kisaran 125 sampe 300 ribuan ada. Yaaa kita sih standard aja, gak yang paling mahal, gak yang paling murah juga. Soalnya rata-rata yang harganya murah-murah, fasilitasnya juga perlu dipertimbangkan. Ada juga yang kamar itu sebenernya garasi rumah, tapi disewain. Ada juga yang baguuus banged dan adem. Ada juga yang biasa-biasa aja, yaa ada harga ada barang lah ya.heheheh
Setelah puter-puter plus nyatetin CPnya masing-masing, kita akhirnya mutusin buad stopin pencarian, karena kalo mau dirunut lagi, masih buanyaaaakk bangedd.hahaha. padahal kita naek becak lo, kasian pak becaknya gempor, hihihi
Setelah nyampe pucuk, jadi deh kita mutusin buad mempertimbangkan lagi ntarnya, yang penting ada CPnya, jadi bisa booking lewat telepon. Setelah itu, kita bayarin pak becaknya. Rada di luar dugaan sih, tadinya mintanya 20 ribu peranak, eh, naik jadi 30 ribu peranak. Wuiihhh.... Ya sudahlah ya, namanya juga make tenaga manusia, jadi kasian. Selanjutnya, kita tancep isi bensin dulu, seharian belum ngejamah nasi setelah jam 1 siang. Kita putuskan untuk jalan kaki aja nyari makannya, toh gak perlu jauh-jauh, yang penting murmer dan kenyang, hihihi(motto anak kost bangeeddd). 
Kita berdua nyari makannya sambil jalan kaki sampe akhirnya nemu warung nasi yang, yaahh... keliatannya lumayan. Nyampe situ kita langsung pesen makanan. Pesennya nasi pake sayur lodeh 2 porsi sama lauk telur bali dan ikan lele. Lahap banged makannya, kecuali temenku, gara-gara dianya sakit gigi, hihihi(kasiann). Kelar makan, kita langsung bayar. Yang paling ngagetin, harga makanannya. Ku pikir hampir sama kayak di Tuban atau Surabaya, ternyata bedaaa banget. 
"Pinten, bu?"
"7000 kalih, mbak."
Hah???? 7000 buat dua porsi nasi sama lele bin telur??? karena gak percaya, aku nanya lagi takut salah denger. Dan ternyata emang bener, 7000 itu harga buad total makanan yang kita pesen. Ampuuunn... murah banget. Aku sama temenku langsung berkicau, wuaahhh... gila, recommended tuh!hahahah
Gak lama nunggu bus lewat, akhirnya datang juga bus yang kita tunggu. Sekitar jam setengah 3 sore, cabutlah kita balik surabaya. Nyampe di kostan kita sempet koar-koar soal makan murmer. Yaa boleh lah ya buat referensi buat 1 bulan ntar kalo mau hemat, hihihi...
Ada cerita lagi tentang Pare dan seisinya?? bisa share gih di bawah

Salam mblakrak!!! :)

*episode tanpa pict ya, tapi no hoax :)

Sabtu, 04 Mei 2013

Saturday, Time to Holiday


Hello Saturday !!

Hai haii.. gak kerasa uda weekend aja ni ya. Lagi pada ngapain nih temen-temen? Pastinya  ada yang lagi holiday, males-malesan di kasur, masak, belanja, ato lagi mantengin laptop aja ni kayak aku?Haha, gapapa kok. Semua pastinya punya aktivitas sendiri-sendiri. Ngomong-ngomong soal weekend, pasti banyak yang uda punya rencana liburan. Ke taman bermain?Ke pantai?Ke gunung?Whatever lah ya.. yang penting gak bored aja di rumah(yang di rumah aja, banyakin sabarnya deh, hihihi).
Liburan yang istilah bakunya adalah pariwisata pada dasarnya merupakan kegiatan untuk berwisata. Menurut Soemanto(2010), secara etimologis, pariwisata terdiri dari kata wisata yang berarti perjalanan (travelling); kata wisatawan yaitu orang atau sekelompok orang yang melakukan perjalanan (travelers), dan kepariwisataan yaitu hal, kegiatan atau segala sesuatu yang berhubungan dengan pariwisata. Sifat kegiatan pariwisata adalah sosial, ekonomi, kebudayaan yang timbul sebagai efek dari perjalanan wisata.
Berdasarkan berbagai macam penelitian yang telah ada sebelumnya, bahkan liburan punya efek bagus buat kesehatan mental dan fisik lho, temen-temen. Bagi temen-temen yang hidupnya di kota yang crowded dan disibukkan sama berbagai macam aktivitas di kantor atau dimanapun, pasti ujung-ujungnya bakalan ngerasain penat, capek, lelah, dan bosan. Udah pasti itu. Apalagi ditambah sama berbagai macam permasalahan-permasalahan yang temen-temen punya. Pasti bakalan menimbulkan saraf-saraf yang tegang. Nah, ketegangan inilah yang harus dikurangi supaya kita bisa ngerjain aktivitas kita dengan normal lagi. Nahh, salah satunya dengan cara berlibur.
Seperti yang diungkap sama salah seorang ahli kesehatan melalui Vivanews(“Manfaat Liburan untuk Kesehatan”, 2013), "Istirahat, relaksasi, dan pengurangan stres sangat penting untuk kesejahteraan dan kesehatan. Hal ini dapat dicapai melalui kegiatan sehari-hari, seperti olahraga dan meditasi, tetapi liburan merupakan bagian penting yang perlu dilakukan," kata dr Natasha Withers dari One Medical Group di New York. Menurut Withers(“Manfaat Liburan untuk Kesehatan”, 2013) ini, aktivitas berlibur selain buat ngusir stres juga bisa nurunin resiko penyakit jantung(nahh looo!). Menurutnya juga, pikiran yang sehat juga dapat membantu proses penyembuhan karena pikiran yang rileks dan bebas dari ketegangan dapat menbantu tubuh menyembuhkan penyakit lebih baik.
Selain kesehatan fisik, liburan juga punya efek buat kesehatan mental atau psikologis seseorang. Francine Lederer(“Manfaat Liburan untuk Kesehatan”, 2013), seorang psikolog klinis di Los Angeles yang mengkhususkan diri sebagai pakar pengendali stres dan manajemen hubungan menyatakan, bahwa kebanyakan orang memiliki perspektif hidup yang lebih baik menjadi termotivasi untuk mencapai tujuan mereka seusai liburan, bahkan jika itu hanya dilakukan selama 24-jam. Bahkan salah seorang Psikolog klinis, Deborah Mulhern Bethesda, juga menemukan bahwa orang yang tidak memiliki cukup waktu untuk bersantai, mungkin merasa sulit untuk bersantai di masa depan. Mulhern bahkan menegaskan bahwa tanpa waktu dan kesempatan untuk melakukan hal ini, koneksi saraf yang menghasilkan perasaan tenang dan damai menjadi lemah, sehingga lebih sulit untuk beralih mengurangi stres.
Wahh.. bisa dibayangin kan dari pemaparan ahli kesehatan di atas dampak yang bisa didapatkan dari liburan. Banyak sekali manfaatnya temen-temen. Mulai dari ngebantu mempercepat proses recovery buad yang badannya lg sakit maupun ngebantu kita buat mengurangi emosi-emosi negatif dan stres atau biasa disebut katarsis. Tapi, di samping manfaat positif, juga mungkin ada manfaat negatifnya, apalagi kalo gak ngabisin doku, hihi. Masalah doku mungkin bisa diatasi dari kebiasaan kita buat nabung jauh-jauh hari sebelum rencana liburan dilaksanakan, jadi gak terlalu memberatkan kita kalo harus ngeluarin kocek buat liburan. Atau temen-temen bisa cari tempat wisata yang deket rumah kita dan biayanya bisa dijangkau alias murah meriah, hehe. Yaaa intinya wisata kan buat ngilangin kepenatan dan ketegangan pikiran aja, gak perlu yang mahal-mahal. Jadi, gak ada alasan buat kita gak berlibur. Bisa deh temen-temen liburan ke tempat favorit kalian, kayak aku yang suka banget sama pantai. Jadi, sekalinya liat pantai bagus, waahh .. that’s my holiday! Anyone else???





Ini di pantai dermaga Kolaka, Sulawesi Tenggara




Kalo yang ini narsis pagi-pagi sm Nur Ida, sohibul sejak SMP di pantai Boom, Tuban, Jawa Timur




 Maen-maen aer dulu sama Mala dan Dian di pantai WBL, Lamongan, Jawa Timur :D #byuurr

Narsis dulu di bibir tanjung Kodok, Lamongan, Jawa Timur :D 


 Mejleng maneh rekk di bibir pantai Boom, Tuban, Jawa Timur :D



 Liat pantainya yang asiiikk banget di pantai WBL, Lamongan, Jawa Timur


Potret sama Mala dan Dian sebelum maenan air di pantai WBL, Lamongan, Jawa Timur. #byuurrrr hihihi :D






Sumbernya nihhh....

1. Manfaat Liburan untuk Kesehatan. (2013, 4 Mei). Vivanews[on-line]. Diakses pada tanggal 4 Mei 2013 dari http://log.viva.co.id/news/read/240544-manfaat-liburan-untuk-kesehatan
2. Soemanto. 2010. Sosiologi Pariwisata. Jakarta : Universitas Terbuka.

Jumat, 03 Mei 2013

Playing with cute nephew ^_^


Yay!
Hari ini jadwalnya ketemu sama si ponakan endut unyu-unyu syalala subidubidam, alias si rifky...hhii... 
Sejak pindah ke Tuban, aku jadi lebih sering ketemu sama si gembul itu..heheeu.. Padahal kalo dulunya pas di Sidoarjo, juarang banged ketemu sama ntu anak..hahah.. Lagian, masa-masa job seeker gini, kebanyakan nganggurnya, yaa menyenangkan sekali kalo ada kegiatan, apalagi sama yang namanya main..heheheu.
Jam 9.30an, jadilah aku nyamperin si gembul ke rumahnya karena sebelumnya emang uda ada janjian sama maminya gembul buad cari mie pangsit yang pualing enak..hehe..Eh, pas nyampe sana, uda disambut aja sama si gembul di depan.
Yay... akhirnya nice greeting deh sama gembul \^0^/
Abiz maen-maen bentar sama gembul, cusslah kita ke tempat mie pangsit terenak di tuban (harganya juga enak sih, hehe). Pas di tengah jalan, eeehh...si gembul uda sier-sier tidur aja.yaaahhh...Nyampe di sana, langsung aja aku sama maminya si gembul nyantap pangsit mantab entuh..huuhuhu...Selama kita makan (cukup lama sih, ada sejaman), si gembul masih asik sama alam mimpinya.Puleeesss..(jadi pengen cubit pipinya yang ngglambyarrr kemana-mana, hehe)
Sesampainya di rumah gembul, baru deh dia bangun. Gak nangis kok. Malah senyum-senyum sendiri.. geniitt gitu..hhee..Tapi ada yang aneh, gembul gak nangis lagi pas ditinggal maminya ke belakang, malah asik maen sama aku, hehee..Maeenn sampe siang, nglesot di depan tv sambil nonton gosip (aiihhh..). gara-gara capek nglesot depan tv, pindahlah kita ke kamar, dengan maksud biar si gembul mau boci(bobo' ciang ntee). Ehhh,,,gataunya si gembul malah sliwarrr sliwer di atas kasur. Adaaa aja yang dipake maen, gak ada capeknya banget(padahal 2 orang yang jaga aja sampe ngantuk+capek sendiri, hhe). Sampe akhirnya tahu kalo si gembul lagi kelaperan gara-gara dari pagi belom makan, cuma minum susu dot aja. Terpaksa deh maminya bikinin bubur dulu, biar kenyang, biar bisa bore(bobo' sore, gara-gara uda sore). Lhaaahhh... seabisnya makan bubur, yang ada bukannya ngantuk, malah giat maen lagi (ngghh -___-"). Ini di bawah ada rekaman pas dia abis makan, tapi.....






Kena dehh 2 kali bomnya rifky.. hahahahhahaha....
gapapalah, yang penting hari ini gak bosen gara-gara mati gaya di rumah gak tau mau ngapain, meskipun dengan konsekuensi dikasih 'bom' sama rifky..hhhiii...
Oke deh mbul, kapan-kapan maen lagi yah sama tante.. Papayyy kikuuukkk :))




Review: Angel-Westlife


Spend all your time waiting
for that second chance
for a break that would make it okay
there's always one reason
to feel not good enough
and it's hard at the end of the day
I need some distraction
oh beautiful release
memory seeps from my veins
let me be empty
and weightless and maybe
I'll find some peace tonight

in the arms of an angel
fly away from here
from this dark cold hotel room
and the endlessness that you fear
you are pulled from the wreckage
of your silent reverie
you're in the arms of the angel
may you find some comfort here

so tired of the straight line
and everywhere you turn
there's vultures and thieves at your back
the storm keeps on twisting
you keep on building the lie
that you make up for all that you lack
it don't make no difference
escaping one last time
it's easier to believe in this sweet madness oh
this glorious sadness that brings me to my knees

in the arms of an angel
fly away from here
from this dark cold hotel room
and the endlessness that you fear
you are pulled from the wreckage
of your silent reverie
you're in the arms of the angel
may you find some comfort here
you're in the arms of the angel
may you find some comfort here



Malem-malem gini, aku mau ngajakin sedikit bahas lirik lagu di atas. Buatku, lirik lagu ini adalah salah satu lirik yang dalem banget. Antara perasaan yang merindukan sebuah ketenangan, kedamaian, dan antara perasaan putus asa karena kelelahan yang cukup berkepanjangan. 
Ya, kelelahan. Kita semua pasti pernah merasa kelelahan dalam hidup kita, tak ada satupun orang yang gak pernah. Itu wajar, itu manusiawi. Alm. Ustad Jefri saja pernah mengaku mengalami sebuah kelelahan dalam menjalankan misi dakwahnya yang gak berhenti itu. Ya, wajar, semua pernah merasakannya.

Kelelahan yang mungkin dalam istilah ilmiahnya adalah fatigue. Kelelahan bisa jadi kelelahan fisik maupun psikologis. 
Banyak orang saat mengalami kelelahan menyalurkannya pada banyak hal. Bisa jadi ia istirahat di rumah, mencari udara segar atau refreshing, atau menyalurkan pada hal-hal yang lain. Namun, pada akhirnya, kelelahan itulah yang menggiring kita pada titik nol. Ya, pada titik dimana kita mencari sebuah keadaan nyaman. Nyaman untuk menyandarkan tubuh dan harapan dalam hidup. 
Pada intinya, kelelahan akan membuat kita untuk menemukan kembali sebuah kenyamanan yang mungkin pernah kita tinggalkan. Selama kenyamanan itu tidak membuat lupa untuk tugas utama kita, carilah kenyamanan itu. Dari situlah kita bisa mendapatkan kembali titik balik yang kita cari.  ^_^


@Pantai Pelabuhan di kota Kolaka, Sulawesi Tenggara
Selamat datang , Senja :)