Ketika kita punya orang-orang terdekat, tapi kita tidak bisa menceritakan apa yang ingin kita ungkapkan karena berbagai hal alasannya.
Bukan,
Bukan menutup diri, tapi karena ada sebuah tembok pembatas yang terciptakan, entah mereka, situasi, atau diri kita sendiri yang menciptakan tembok tersebut.
Pembatas,
Privasi,
Semua berhak memiliki dua hal itu.
Semua berhak menciptakannya kepada siapapun dan apapun
Tak terkecuali orang-orang terdekatku padaku.
Entah,
Apa alasannya.
Namun,
Seorang yang pernah menjadi orang terdekatku, mengatakan bahwa,
Apapun pembatas yang terciptakan,
Aku harus tetap berpikir positif.
Aku harus tetap membuka diriku.
Dengan begitu, aku tidak akan menganggap diriku sendiri,
Menjadi orang terbodoh di antara mereka.
Atau,
Boleh jadi,
Aku menganggap mereka orang terdekatku,
Tapi,
Apakah mereka sebaliknya juga begitu?
Itulah yang harusnya aku pikirkan.
Harusnya tak boleh aku menjadikan diriku sebagai pusat,
Tapi orang lain.
Ah,
Siang ini aku mungkin terlalu drama dengan sepenggal teriknya matahari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar