Suatu malam..
Aku merindukan seseorang, yang tiba-tiba datang tanpa ku undang, dan akhirnya menjadi adiksi bagiku untuk larut dalam diriku.
Aku merindukan seseorang, yang tetap tenang dengan senyum tulusnya, kala hariku sedang goyah dan terasa berat.
Aku merindukan seseorang, yang untuk pertama kalinya dapat mengharmonikan iman dan rasa manusiawi.
Aku, merindukan seseorang, yang pun dapat menyeimbangkan hati dan logika yang selama ini penuh pertentangan.
Aku, merindukan seseorang, yang tak enggan membagi cerita, tawa, dan nestapa di tiap harinya, meski hanya melalui barisan kata-kata singkat.
Aku, merindukan seseorang, yang mampu membuka mataku terhadap sekitar, hanya untuk membuatku merasa begitu beruntung dan bersyukur akan hidupku.
Aku, merindukan seseorang, yang bahkan mampu membuatku melakukan hal-hal terbaikku yang selama ini tak sedikitpun berani ku bayangkan.
Dan aku, merindukan seseorang, yang tak pernah jengah untuk mempertemukan aku dengan mimpiku, menjembataniku dengan dengan angan-angan masa depanku.
Masa depan yang bahkan aku tak berani sedikitpun membayangkan karena aku merasa ngeri.
Dan, pada akhirnya, aku selalu merindukan, seseorang yang pertama kalinya membuat rasa debar dalam dadaku terasa begitu utuh, hangat, meski sederhana.
Aku...
Merindukan...
Kamu...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar