Hei..
Sering dapet pertanyaan "Kapan batasan waktunya?", "Kapan dilakukan?", "Kapan dikumpulin?", bahkan "Kapan wisuda? Kapan nargetin nikah? Kapan punya anak? Kapan ini, kapan itu????"
Pertanyaan-pertanyaan serupa semakin gencar dilontarkan dari berbagai pihak tentang deadline hidup kita, baik yg terlibat secara langsung sampai yang tidak terlibat sama sekali.
Terus, apa yang kalian lakukan jika sudah terkena pertanyaan pamungkas seperti itu? Beberapa ada yang meringis jleb, ada yang santai berasa makan petai, ada yang dengan siap dan tegas ngejawab rencananya.
Dan mungkin berbagai lontaran pertanyaan serupa seperti itu sekarang akan lebih banyak saya respon spontan dengan... meringis jleb.
Manusia menang berencana yang terbaik versi dia. Tapi, menurutmu apa yang bisa diperbuat jika Tuhan punya rencana beda?
Orang-orang yang mempertanyakan pertanyaan-pertanyaan itu mungkin awalnya hanya bertujuan iseng, niat rapport aja, gak butuh jawaban yang sebenernya. Tapi, bagi yang ditanyain, bisa jadi itu hal yang mungkin...emm..bisa dibilang agak privasi dan sensitif, dengan berbagai alasan.
Saya gak bikin pembelaan buat pihak yg terkena bombardir pertanyaan tentang deadline itu, tapi itulah kenyataan.
Sering kita terburu deadline bukan karena deadline itu sendiri, tapi karena takut dihujani dengan berbagai pertanyaan deadline dalam hidup.
Dan akhirnya kita gak menikmati proses, cemas sendiri, gak enjoy, padahal semua proses kita yang ngejalanin, orang lain cuma sebuah bagian luar yang mungkin gak banyak berkontribusi, bahkan cuma ISENG nanya.
Padahal penting untuk menjaga kesehatan mental dengan menikmati ritme hidupmu, bukan semata karena terburu ini, terburu itu. Yaaa dijalani, dikerjakan, diusahakan sebaik mungkin, tapi bukan berarti menekan keadaan mentalmu berlebihan, bisa-bisa tidak selesai, tidak terealisasi, malah merusak kesehatan mentalmu karena ketidakrealistisanmu dengan kondisi.
Lalu, masihkah kamu terburu deadline (mu sendiri atau yang diberikan orang lain) ?
Nikmatilah irama hidupmu dengan menikmati rencana-rencanamu, bukan rencana yang iseng dipasang sama orang lain. Nikmati pasang surutnya berproses, ambillah pelajaran di setiap detik hikmah yang tersajikan dalam harapan dan realisasiNya. Enjoy aja~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar