Laman

Minggu, 06 Oktober 2013

Karena Gak Semua Orang Sama

Kali ini bukan pertama, kedua, atau ketiga kalinya. Ini beberapa kalinya.. Namun, yang ada hanya diam, mencoba mendinginkan isi kepala. Entah bagaimana seseorang belajar terhadap orang lainnya. Bukan meminta mereka untuk memahami kita, dan kita memang tidak harus memahami seseorang. Tak ada aturan yang menetapkan mereka harus mengerti kita, tak ada aturan pula kita harus mengerti mereka. Lalu bagaimana? Diam? Tak ada kata-kata? Tak ada interaksi? Bukan, bukan begitu.
Sama sekali juga bukan merasa benar sendiri, sama sekali juga bukan merasa nelangsa sendiri, dan juga bukan merasa ini yang terbaik sendiri. Hanya mengingatkan diri dan orang yang masih mau mengingat, bahwa kita hidup dengan berbagai macam orang. Tak ada yang sama, tak ada yang identik. Semua yang tercipta memiliki kekhasan sendiri, karena itulah individual differences.  Tak pernah mencoba memaksa mereka meminta memahami saya, namun tak juga memaksa saya memahami saya. Yang saya lakukan, hanya mencoba menyelaraskan berbagai perbedaan yang akan menjadi sebuah kekayaan dalam memandang hidup. Memberi saya kekayaan bagaimana saya beropini dengan kaca mata orang lain. Tak ada yang benar, begitu pula tak ada yang salah, karena sebenarnya kita lah yang menciptakan dua dikotomi itu, bukan semesta. 
Sekali lagi, bukan saya memaksa mereka membenarkan atau menyalahkan diri saya. Saya adalah pribadi yang sedang saya perankan kali ini.  Saya punya aturan, mereka juga. Semua punya aturan yang mereka ciptakan sendiri. Norma? itu kesepakatan, bukan masalah benar atau salah. Jadi, boleh kah saya beropini "baik" menurut saya, seperti opini "baik" menurut mereka?
Dan kali ini, sekali lagi, saya hanya mencoba mengingatkan diri saya dan siapapun yang masih mau mengingat, bahwa tidak semua orang sama, sehingga tak ada respon yang benar-benar sama ketika seseorang mendapat sebuah perlakuan tertentu.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar