Why are you afraid what tomorrow will be?
"Manusia berencana, namun Tuhan lah Maha Penentu"
Sering kita mendengar kata-kata itu selintas. Terlebih bulan-bulan puasa ini. Banyak sekali kata-kata motivasi, kata-kata bijak bertebaran, entah di televisi, di radio, di media sosial, dll. Namun tahukah, bahwa kata-kata seperti di atas bukanlah sebuah bualan belaka. Jika kita mau merenungi, betapa dalam kata-kata itu memiliki arti. Terlebih jika kita sedang menghadapi sebuah situasi tertentu yang memaknai positif kata-kata di atas.
Tak ada yang salah dengan rencana. Tak sekalipun salah. Karena dengan rencana, hidup kita memiliki tujuan, dinamis, terorganisir, dan memiliki ritme, setidaknya jika rencana kita berjalan smoothly. Setiap manusia memiliki harapan bahwa setiap rencananya bisa terwujud, walaupun terkadang ada kerikil-kerikil yang menyandung. Semua manusia pasti menginginkan itu.
Namun, apa yang terjadi, jika salah satu, bahkan semua hal yang kita rencanakan tiba-tiba saja tak ada yang terwujud? Bahkan seberapa kerasnya usaha kita. Mungkin rasa kecewa, bahkan kehilangan kepercayaan pada diri sendiri dan hal yang berkaitan dengan rencana kita adalah menjadi kemungkinan terburuk untuk terjadi. Hal ini karena manusia terlalu banyak menaruh harapan pada rencananya.
Seketika ada yang terlupa oleh manusia. Ia lupa bahwa segala rencananya terjadi atas campur tangan Tuhan, Allah. Mereka lupa bahwa ada yang lebih Maha Berencana daripada mereka sendiri, sekalipun yang mereka rencanakan adalah jalan hidup mereka sendiri. Bermain analogi, rencana kita seperti proposal kegiatan yang kita ajukan pada Sang Penentu, Sang Pemilik hak prerogatif. Kita boleh merancang sebaik-baiknya rancangan versi kita. Mau menjadi biasa saja atau menjadi luar biasa. Mau kita isi dengan kegiatan bermanfaat atau hanya sekedar menikmati nafas dengan santai, itulah yang kita tuliskan dalam proposal hidup kita di tiap harapan dan doa kita.
Kemudian, kita meminta Acc pada yang lebih berhak untuk hidup kita seraya merayunya dengan doa, ikhtiar, dan kebaikan-kebaikan lainnya. Namun, bagaimana jika proposal tersebut ditolak olehNya? hanya ada kemungkinan tiga cara untuk kita merespon. Pertama adalah mencoba kembali, terus mencoba dengan segala upaya kembali sampai benar-benar kita merasa mendapatkan kode dariNya bahwa proposal kita tidak akan terlaksana. Kedua, kita mengajukan proposal lain, yang menurut kita itu adalah plan B. Menyusun dari awal, mengajukan lagi, berikhtiar lagi, dan merajuk lagi. Dan yang terakhir, kita benar-benar menjalani apa adanya. Ketika Dia berkata tidak, kita hanya menyerah pada proposal kita, dan lebih memilih untuk menjalani rancangannya tanpa kita berencana bagi hidup kita. Lagi-lagi, semua pilihan itu hak kita. Mau merespon seperti apa, itu pilihan kita.
Seperti salah seorang yang pernah berpesan padaku, ketika aku pernah mengalami masa-masa sulit karena salah satu rencanaku tak berjalan dengan lancar. Ia mengatakan bahwa Tuhan menjawab doa kita dengan tiga cara. Pertama, Dia menjawab langsung dengan mengatakan iya pada apa yang kita rencanakan. Dengan begitu, kita pasti merespon dengan senyuman puas, bangga, dan tentu kita bersyukur. Kedua, Tuhan menjawab tidak secara langsung, melainkan di lain hari, di waktu yang menurutNya jauh lebih tepat. Pada jawaban ini, kita dituntut untuk lebih sabar dalam mendapatkan jawaban iya dariNya. Hanya terbentur masalah waktu saja. Dan yang ketiga, Dia menjawab tidak, namun ada yang lebih baik menurutNya. Tahukah, bahwa Dia telah menyiapkan yang jauh jauh dan jauh lebih baik untuk kita. Ada yang lebih baik versiNya. Mungkin inilah yang kadang membuat kita kecewa. Menurut kita, rencana kita adalah yang terbaik bagi kita. Namun, ada yang jauh lebih baik menurutNya. Jangan lupa, Dia tahu yang terbaik bagi kita lebih dari yang kita tahu.
Saya menuliskan artikel ini bukan berarti saya tak pernah kecewa dengan hidup saya. Saya sering merasa kecewa, seperti yang kalian pernah rasakan. Namun mungkin seperti yang kalian lakukan, saya selalu berusaha menyembuhkan kekecewaan saya dengan merenungi pemaparan di atas. Betapa indahnya Dia berencana. Hanya saja, mungkin kita belum menyadari itu atau bahkan kita menyangkal hal itu. Tapi, itulah kenyataan. Tuhan, Allah, itu Maha Baik. Dia akan memilihkan mana yang terbaik untuk kita dan hidup kita. Bahkan saat kita sering salah menilai kebaikannya. Yakin saja, bahwa rencananya yang telah tersimpan untuk hidup kita memang pantas bagi kita. Therefore, Why are you afraid what tomorrow will be?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar